Penjelasan Dokter Tentang Kandungan Paraben Pada Kosmetik

Blog Ask A Doctor
27.05.2021
 
 
Sering sekali terdengar dimana-mana bilang bahwa kandungan paraben itu berbahaya bagi kulit hingga membuat kulit berjerawat dan lain-lain, berikut ini adalah penjelasan dari dr.Dara Tyas. Pengertian paraben dari FDA atau Food and Drug Administration adalah suatu bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik. Pengawet dapat digunakan dalam kosmetik untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya.

Untuk melindungi produk dan konsumen pastinya beberapa contoh paraben yang sering kita temukan adalah metil paraben, propil paraben, butil paraben, dan etil paraben. Bahannya merupakan paraben yang bisa digunakan dan sudah lulus uji pada kadar tertentu. Perlu diketahui, sebenarnya kita dikelilingi berjuta-juta mikro organisme yang tidak kelihatan dengan kasat mata. Baik udara yang kita hirup, bahkan di kulit kita juga ada flora normal dan banyak lagi. Maka dari itu suatu produk terkadang membutuhkan perlindungan untuk mencegah jamur dan bakteri, supaya tidak tumbuh di dalam produk tersebut.

Paraben digunakan dalam berbagai macam kosmetik, bahkan dalam makanan dan obat-obatan. Paraben ternyata tidak hanya di kosmetik saja, namun ada di mana-mana. Jadi, sewaktu-waktu memang suatu produk butuh pengawet, fungsi pengawet itu pertama mencegah pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diharapkan. Namun penggunaan yang berlebihanlah yang membuat suatu produk menjadi bahaya. Fungsi lainnya dari paraben adalah untuk menjaga keutuhan kosmetik tersebut agar tahan lama. Dan tidaklah mungkin kita baru beli skincare langsung digunakan dan sekali habis bukan? Pasti butuh waktu 1 - 2 bulan, atau lebih.

Faktanya beberapa tahun lalu, seseorang ilmuan di luar menemukan sisa-sisa paraben di jaringan kanker payudara. Padahal di penelitian tersebut tidak dikatakan bahwa paraben lah yang menyebabkan kanker payudara. Lalu berita semakin berkembang luas, namun saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa paraben mengakibatkan kanker payudara. Namun kedepannya pun belum bisa dipastikan perkembangan paraben ini seperti apa, karena teknologi terus berkembang.

Di salah satu jurnal, menyatakan, benar paraben bisa meniru kerja hormon estrogen. Tapi efeknya 10.000 kali lebih lemah dibandingkan estradiol. Estradiol itu jenis estrogen yang paling dominan di tubuh kita, jadi ternyata lemah ya. Dan paraben sendiri sebenarnya punya banyak jenis atau turunannya, ada yang sudah terbukti aman, dan ada yang tidak. Yang masih aman yang tadi sudah saya sebutkan ya.

Jadi tidak perlu khawatir berlebihan karena paraben itu bukan dilarang, tapi dapat digunakan pada konsentrasi tertentu dan masih diperbolehkan untuk beredar. Jadi kesimpulannya, pastikan semua produk yang kalian gunakan sudah teregistrasi badan POM yang artinya sudah lulus uji, dan pastikan juga kalian juga tidak alergi terhadap kandungan di produk tersebut.
 

ZAP Clinic Team

zapclinic.com

Lokasi Praktek : ZAP Premiere Menteng

 
Online Consultation