Hati - hati, ini bahaya tato semi permanen bagi kulit!

Blog Ask A Doctor
26.03.2021
 
 
Kini banyak orang yang menyukai tato namun karena masih takut untuk mempunyai tato asli yang menggunakan jarum dan tinta. Banyak yang menjadi tertarik membuat tato semi permanen untuk sekedar gaya-gayaan. Tetapi apakah sebenernya tato semi permanen ini aman dan tidak memiliki efek samping tertentu jadi berbahaya?

Selain harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tato permanen, tato jenis ini juga banyak yang beranggapan bahwa tidak bersifat permanen dan lama-kelamaanakan hilang seiring dengan waktu. Walaupun sebenernya cukup diminati khususnya buat remaja. Penggunaan tato semi permanen ini juga harus berhati-hati.

Sebelum itu, apasih perbedaan tato semi permanen dengan tato temporer? Tato Semi permanent dapat hilang dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun, sedangkan tato temporer biasanya berbentuk stiker atau henna yang daya tahannya hanya dalam hitungan hari atau minggu.

Menurut salah satu dermatologist dari ZAP Premiere Bali, dr. Putu Marcelina Nagariani Hartomo, Sp.KK, M.Kes bahwa tidak semua tattoo semi permanent ini sebenernya aman karena tergantung dari jenis tinta, yang mengerjakan dan faktor dari invididu sendiri. Karena jika yang mengerjakan bukan seseorang yang profesional alat serta proses pengerjaan tidak steril/higenis dapat menjadi sumber penularan infeksi dari penyakit seperti HIV bahkan Hepatitis B.

Tato semi permanen ini lebih rentan terhadap reaksi alergi atau infeksi kulit yang cukup parah apabila tinta yang digunakan tidak hanya mengandung herbal tetapi zat – zat lainnya yang memicu alergi. Reaksi Alergi terhadap tato bisa berupa gatal, terbakar, dan ruam kemerahan, bentol, bengkak, lepuh berisi cairan di sekitar tatp dan hingga demam jika alerginya sangat hebat.

Biasanya akan diberikan krim anti iritasi untuk meredakan reaksi alergi dan proses peradangannya. Namun, jika reaksi alergi yang nantinya semakin parah dan terlambat penanganannya akan meninggalkan bekas putih, jaringan parut, bahkan keloid. Jika reaksi alergi sudah reda dapat segera melakukan laser tattoo removal dan jika sudah timbul keloid, salah satu modalitas treatment yang dapat dilakukan di ZAP Premiere KIL Keloid dengan penyuntikan dan laser untuk menyamarkan jaringan parut.

Apabila kulit kamu rentan terkena iritasi, penting buat kamu untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan tato semi permanent. Dan sebaiknya dilakukan tes alergi terlebih dahulu di kulit agar apabila muncul reaksi alergi, hal ini dapat diketahui dengan segera, dan kulit pun akan terhindar dari reaksi alergi berat.
 

ZAP Clinic Team

zapclinic.com

Lokasi Praktek : ZAP Premiere Menteng

 
Online Consultation