Tangan Kamu Sering Berkeringat? Ini Penyebabnya

Blog Ask A Doctor
04.11.2021
 
 

Hiperhidrosis Palmar Penyebab Keringat Berlebih Pada Tangan

Berkeringat adalah hal yang normal dari respond tubuh saat tubuh kita mengalami peningkatan suhu akibat cuaca atau factor lainnya seperti stress atau saat gugup. Namun pada sebagian orang ada  yang dengan mudah berkeringat secara berlebihan. Kali ini kita akan membahas Hiperhidrosis Palmar atau keringat berlebih pada telapak tangan. Penasaran apa penyebabnya? Mari kita simak penjelasan dari dr. Andina Bulan Sari, Sp.KK mengenai keringat berlebih pada tangan atau Hiperhidrosis Palmar.

Hiperhidrosis Palmar atau telapak tangan berkeringat adalah manifestasi yang paling umum dan paling mengganggu secara social. Orang yang mempunyai gangguan ini biasanya takut situasi yang memerlukan kontak tangan.

Penyebabnya bisa dibagi dua yaitu primer dan sekunder.

Hiperhidrosis primer biasanya penyebabnya tidak jelas atau penyakit yang mendasarinnya tidak ada, biasanya kondisi ini karena pengaruh genetik dengan riawayat keluhan yang sama pada anggota keluarga lainnya. Hal ini bisa terjadi karena tubuh terdiri dari 4 juta kelenjar keringat di seluruh tubuh. Kelenjar keringat terdiri dari ekrin dan apokrin dengan kelenjar ekrin terdepat sebanyak 75% dan terutama terdapat di area kepala, ketiak, telapak tangan dan  kaki dan lipat paha. Kelenjar ekrin dipersyarafi oleh syaraf kolinergik yang merupakan bagian dari system syaraf simpati, pada kondisi terdapatnya gangguan pada syaraf simpatis akan menyebabkan overstimulasi dan menyebabkan produksi kelenjar keringat juga meningkat.

Hiperhidrosis sekunder adalah apabila kondisi hyperhidrosis disebabkan oleh berbagai penyakit dan bisa ditemukan akibat gangguan endoktrin misalnya pada diabetes melitus, hipertiroid, kehamilan dan lain-lain. Juga bisa disebabkan karena tumor gangguan neurologi, infeksi obat-obatan dan toksisitas alkhohol serta zat terlarang. Berbagai terapi dapat dilakukan untuk mengatasi hyperhidrosis palmar mulai dari topical, sistemik sampai dengan terapi bedah.

Untuk terapi topical dapat dengan craa memberikan larutan astringent, suntikan botox dan juga iontophoresis sedangkan untuk terapi sistemik dengan pemberian obat antikolinergik dan psikoterapi. Injeksi botox dilakukan dengan melakukan suntikan toxin botulinum cara kerjanya adalah toxin tersebut akan menghambat pelepasan  asetilkolin pada sambungan syaraf dan kelenjar keringat atau disebut dengan neuroglandular junction. Hal ini akan menyebabkan impulse ke kelenjar keringat menurun sehingga akan mengurangi produksi kelenjar keringat. Namun yang perlu diketahui adalah injeksi botox tidak bersifat permanen biasanya akan bertahan 6 sampai 9 bulan sehingga perlu dilakukan injeksi ulang.

Tidak ada persiapan khusus beberapa hari sebelum tindakan botox, sebelum penyuntikan biasanya dilakukan test minor atau  startch iodine yang menggunakan zap tepung dan larutan yodium. Tujuannya adalah untuk mengetahui area telapak tangan yang menghasilkan keringat berlebih, setelah telapak tangan dibersihkan larutan yodium dioleskan di telapak tangan diikuti dengan tepung. Keduanya akan mengalami reaksi kimia dengan ketiak sehingga akan membentuk warna kehitaman. Area dengan perubahan warna tersebut dapat ditandai, setelah itu dapat dilakukan anestesi yang perlu diingat adalah bahwa tindakan di telapak tangan cukup menyakitkan karena banyaknya persyarafan di telapak tangan. Oleh karena itu perlu dilakukan anestesi yang agak kuat, anestesi dapat diberikan secara topikal, anestesi blok, dan dibantu dengan penggunaan es batu serta getaran atau vibrasi pada saat pengerjaan.

Injeksi botox biasanya membutuhkan 50 sampai 100 unit untuk tiap area telapak tangan tergantung luas area telapak tangan tersebut. Setelah injeksi biasanya dilakukan observasi sebentar untuk melihat ada tidaknya efek samping, perlu diingat bahwa efek samping yang sering muncul adalah menurunnya kekuatan otot hipotenar yaitu yang berkaitan dengan kemampuan menggenggam atau motorik halus, hal ini terjadi apabila suntikan botox terlalu dalam namun tidak perlu khawatir karena hal ini bersifat sementara dan akan berkurang sendirinya dalam waktu hari sampai seminggu. Oleh karena itu, tindakan botox harus dilakukan oleh dokter yang kompeten yaitu dokter SpKK atau SpDV.

Itu dia penjelasan dr. Andina Bulan, Sp.KK tentang hiperhidrosis palmar. Kalau kamu salah satunya yang mengalami ini, kamu bisa konsultasi dengan dokter SpKK kami di ZAP Premiere.

 

ZAP Clinic Team

zapclinic.com

Lokasi Praktek : ZAP Premiere Menteng

 
WhatsZAP