Penjelasan Tentang Cara Mengatasi Nyeri Saat Menstruasi

Blog Ask A Doctor
02.06.2021
 
 
Mengapa tubuh mengalami nyeri saat haid? Selama haid, tubuh wanita membuat bahan kimia yang disebut dengan prostaglandin. Berikut ini adalah penjelasan dari dr.Andrew Putranagara, Sp.OG yang berpraktik di ZAP Premiere Mall of Indonesia. Zat kimia ini menyebabkan rahim berkontraksi atau mengencang, ini adalah jenis kontraksi  yang sama dengan persalinan. Kontraksi selama satu periode adalah normal, tapi mereka bisa menyakitkan. Nama medis untuk periode menstruasi yang menyakitkan adalah dismenore. Beberapa kondisi medis dapat memperburuk rasa sakit selama periode haid. Paling umumnya itu di sebut endometriosis, dalam kondisi ini jaringan yang seharusnya tumbuh hanya di dalam rahim, tumbuh di luar rahim.

Wanita dengan menstriasi yang menyakitkan, mengakami kram di perut bagian bawah. Kram bisa ringan atau berat, bisa juga merasakan sakit di punggung atau paha. Nyeri sering dimulai dengan menstruasi atau tepat sebelum menstruasi. Beberapa wanita mungkin juga memiliki gejala seperti mual, diare, kelelahan yang ekstrim, nyeri kepala atau kembung. Nah, apa yang bisa dilakukan sendiri supaya merasa lebih baik?

Caranya bisa lakukan adalah minum obat anti nyeri, mulailah minum setelah gejala menstruasi. Tetap gunakan selama 2 atau 3 hari, selanjutnya bisa juga menyimpan bantal pemanas atau botol air panas di bagian bawah dan berolahraga secara teratur. Jika anda mengalami rasa nyeri yang berlebihan, sudah meminum obat anti nyeripun masih terasa. Atau masih mengalami nyeri jauh sebelum menstruasi atau nyeri setelah menstruasi maka hubungi dokter spesialis kandungan (Obgyn) terdekat untuk diperiksa. Dokter akan memeriksa ukutan dan bentuk vagina, leher rahim rahim dan indung telurnya.

Jika pemeriksaan oleh dokter dinyatakan tidak normal, maka dokter akan menyarankan tes yang lain. Seperti Ultrasonografi area panggul, tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar dari rahim dan indung telur dan vagina untuk dilihat apakah terlihat normal atau tidak. Kemudian, akan dilakukan tes untuk infeksi. Lalu, bagaimana dengan dismenore diterapi? Hal itu tergantung pada apa yang menyebabkannya, terapi paling umum adalah pil penghilang nyeri atau pil kontrasepsi yang mengandung hormon, namun sebaiknya di konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan (Obgyn) sebelum konsumsi obat tersebut ya.
 

ZAP Clinic Team

zapclinic.com

Lokasi Praktek : ZAP Premiere Menteng